
Watusigar, Gunungkidul – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Terpadu (Kukerta) Al-Mubarak STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya melaksanakan kegiatan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat di Kalurahan Watusigar, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini berlangsung selama sebulan penuh, mulai tanggal 1 hingga 30 Januari 2025, dan menjadi salah satu agenda unggulan dalam misi dakwah mahasiswa di tengah masyarakat.
Kultum diselenggarakan secara rutin di dua lokasi, yaitu Masjid Agung Randusari dan Musholla Nurul Huda. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi: ba’da Subuh dan ba’da Maghrib. Untuk sesi Subuh, atau yang dikenal dengan istilah Kulsub (Kuliah Subuh), dilaksanakan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap hari Selasa, Jumat, dan Ahad, khusus di Masjid Agung Randusari.

Adapun sesi ba’da Maghrib digelar di dua tempat ibadah. Di Masjid Agung Randusari, kultum berlangsung setiap malam Senin dan Kamis. Sementara itu, di Musholla Nurul Huda, kegiatan dilaksanakan setiap malam Senin, Selasa, dan Jumat. Seluruh mahasiswa Kukerta turut aktif menjadi pengisi materi kultum secara bergilir, membawa pesan-pesan keislaman yang membangun dan mudah dicerna oleh berbagai kalangan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman agama, menguatkan keimanan dan ketakwaan, serta menjadi sarana dakwah singkat yang efektif dan efisien. Kultum ini juga menjadi wahana pelatihan praktis bagi mahasiswa dalam menyampaikan materi dakwah secara langsung di tengah masyarakat.
Dengan pelaksanaan yang konsisten dan didukung oleh masyarakat sekitar, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan tradisi keilmuan yang positif di lingkungan masjid serta mempererat hubungan mahasiswa dengan masyarakat selama masa pengabdian berlangsung.

