
Gunung Kidul, 25 Januari 2025 — Sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan di masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Al-Mubarak STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya melaksanakan kegiatan Seminar Metode Pengajaran Bahasa Arab untuk Usia 4–12 Tahun di Gedung TPA Darussholihin, Kalurahan Girisekar, Kabupaten Gunung Kidul.
Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Sabtu ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan diikuti oleh para guru serta pengajar yang aktif di lingkungan Pondok Pesantren Darussholihin. Seminar ini merupakan salah satu program unggulan mahasiswa Kukerta yang dirancang untuk menjawab tantangan pengajaran Bahasa Arab di tingkat dasar, khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas dan efektivitas pembelajaran bagi anak-anak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa Kukerta yang telah dibekali dengan teori dan praktik pengajaran Bahasa Arab memaparkan berbagai metode dan strategi pengajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia 4 hingga 12 tahun. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis dan interaktif, dengan harapan para peserta dapat memahami dan mengaplikasikannya dalam proses belajar-mengajar di lembaga masing-masing. 
Tujuan utama dari seminar ini meliputi:
-
Peningkatan Kualitas Pengajaran, yaitu dengan memberikan wawasan baru serta metode-metode terkini dalam pengajaran Bahasa Arab;
-
Penguatan Kompetensi Guru, agar para pendidik mampu mengembangkan pendekatan yang lebih variatif dan menyenangkan bagi peserta didik;
-
Penguatan Jaringan Profesional, guna mendorong kerja sama berkelanjutan antara para guru, akademisi, dan lembaga pendidikan.
Selain sebagai sarana peningkatan kapasitas guru, seminar ini juga menjadi media kolaboratif yang mempererat hubungan antara mahasiswa Kukerta dengan masyarakat setempat. Keikutsertaan aktif para guru dalam kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme dan kesadaran akan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Arab sejak usia dini.
Seminar ini menandai salah satu langkah konkret mahasiswa STAI Ali bin Abi Thalib dalam mendukung kemajuan pendidikan Islam di daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa kegiatan Kukerta bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan sarana dakwah dan pengabdian yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

