
GIRISEKAR, GUNUNG KIDUL — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KUKERTA) Al-Mubarak dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ali bin Abi Thalib Surabaya menjalankan program pengajaran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Musholla Al Ikhlas, Dusun Warak, Kalurahan Girisekar, Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program dakwah dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan selama masa KUKERTA berlangsung.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara rutin sebanyak minimal tiga kali dalam sepekan, setiap ba’da Maghrib hingga menjelang waktu Isya. Sasaran dari kegiatan ini adalah anak-anak yang tinggal di sekitar musholla, khususnya yang berada di Dusun Warak. Mereka mendapatkan pengajaran langsung dari para mahasiswa dalam suasana yang interaktif dan penuh kedekatan emosional.
Materi yang diajarkan dalam kegiatan TPQ ini mencakup berbagai aspek dasar dalam kehidupan beragama. Di antaranya adalah pembiasaan doa-doa harian seperti doa masuk dan keluar masjid, doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum tidur dan bangun tidur, serta doa-doa lain yang relevan dengan aktivitas keseharian. Selain itu, mahasiswa juga membimbing anak-anak dalam memahami dan mempraktikkan adab-adab Islam, termasuk dalam hal bersikap kepada orang tua, guru, dan sesama.
Tak hanya sebatas teori, kegiatan ini juga mengajarkan praktik ibadah seperti tata cara wudhu, pelaksanaan salat, serta amalan-amalan lain yang biasa dilakukan sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan positif dan karakter Islami sejak usia dini, sehingga anak-anak tidak hanya memahami secara teori tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pengajaran ini menjadi bagian dari misi mahasiswa Kukerta dalam memakmurkan masjid dan musholla sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan. Dengan pendekatan yang konsisten dan terencana, diharapkan anak-anak terbiasa menjadikan tempat ibadah sebagai bagian dari rutinitas dan lingkungan belajar yang menyenangkan.
Keberadaan kegiatan TPQ ini mendapat sambutan baik dari masyarakat sekitar. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran, sementara para orang tua merasa terbantu dengan adanya kegiatan keagamaan yang mendidik dan memberikan nilai tambah bagi anak-anak mereka. Masyarakat juga menunjukkan partisipasi aktif dengan mendukung kelangsungan program ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa Kukerta STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mengambil peran penting dalam membentuk generasi muda yang berakhlak dan berilmu. Harapannya, meski masa pengabdian mahasiswa akan berakhir, nilai-nilai yang telah ditanamkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak dan masyarakat di sekitar Musholla Al Ikhlas.

