
Gunungkidul — Dalam rangka menghidupkan semangat dakwah di tengah masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Al Mubarak STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya secara aktif melaksanakan kegiatan kajian pekanan yang terbuka untuk masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung secara rutin setiap malam Jum’at dan malam Ahad di Masjid Agung Randusari, Kalurahan Watusigar, Kabupaten Gunungkidul.
Kajian ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menyebarkan pemahaman Islam yang benar, serta memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Seluruh anggota Kukerta Al Mubarak dilibatkan dalam kegiatan ini, baik sebagai penyelenggara maupun pengisi kajian. Dengan semangat dakwah dan pengabdian, para mahasiswa memberikan materi yang relevan dengan kebutuhan umat, disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat.
Pelaksanaan kajian malam Jum’at difokuskan untuk jamaah laki-laki, sebagai sarana memperdalam keilmuan agama dan memperkuat peran laki-laki sebagai pemimpin dalam keluarga dan masyarakat. Sementara itu, kajian malam Ahad pada awalnya dirancang khusus untuk jamaah perempuan. Namun, dengan kehadiran tim Kukerta Al Mubarak, kajian tersebut kini bersifat terbuka dan dapat dihadiri oleh jamaah laki-laki maupun perempuan, demi menjangkau lebih banyak elemen masyarakat.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menanamkan nilai-nilai Islam yang murni berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman para ulama, serta membentuk karakter masyarakat yang religius, cerdas, dan berakhlak mulia. Kajian ini juga diharapkan menjadi sarana konsolidasi dakwah yang efektif di tengah tantangan zaman, dengan menjadikan masjid sebagai pusat ilmu dan perubahan sosial.
Selain memberikan manfaat spiritual dan intelektual bagi jamaah, kajian pekanan ini juga menjadi ajang pembelajaran langsung bagi para mahasiswa Kukerta. Mereka belajar berinteraksi dengan masyarakat, memahami dinamika sosial keagamaan, dan mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak bagi masyarakat Watusigar, tetapi juga memperkaya pengalaman mahasiswa sebagai calon dai dan pemimpin umat.
Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa Kukerta dan masyarakat sekitar. Kehadiran mereka disambut dengan baik oleh jamaah Masjid Agung Randusari, yang antusias mengikuti setiap sesi kajian. Melalui pendekatan yang santun dan penuh semangat, mahasiswa Kukerta berhasil menghadirkan atmosfer kajian yang hangat dan menggugah semangat menuntut ilmu.

Dengan semangat Al Mubarak, kegiatan kajian pekanan ini diharapkan terus berlangsung secara konsisten hingga akhir masa pengabdian, serta meninggalkan bekas kebaikan dan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kalurahan Watusigar.

