
Planjan, Gunungkidul — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Al-Mubarak STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya terus menunjukkan kontribusi positif di tengah masyarakat melalui kegiatan dakwah yang konsisten dan berkelanjutan. Selama empat pekan pelaksanaan program, para mahasiswa mendapat amanah untuk menjadi imam, muadzin, penyampai kultum, dan khatib Jum’at di beberapa masjid di Kalurahan Planjan.
Tiga masjid yang menjadi lokasi kegiatan ini adalah Masjid Amal Muhammad Ismail, Masjid Nurul Hidayah, dan Masjid Al Ikhlas. Setiap peserta Kukerta dijadwalkan secara bergiliran untuk mengisi peran-peran tersebut sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya masing-masing. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memakmurkan masjid serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen dakwah di tengah masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang praktik dakwah lapangan bagi para mahasiswa, tetapi juga disambut dengan baik oleh masyarakat setempat. Keaktifan mahasiswa dalam berbagai aspek peribadatan dan edukasi keislaman menjadi penguat hubungan antara pesantren dan warga desa.
Dalam dokumentasi kegiatan, tampak Abdurrahman Al-Amudi menjadi muadzin di Masjid Amal Muhammad Ismail, Lalu An Nadhir menyampaikan kultum di masjid yang sama, serta Aprianto bertugas sebagai khatib Jum’at di Masjid Nurul Hidayah. Keterlibatan mereka menjadi wujud nyata dari visi pengabdian STAI Ali bin Abi Thalib untuk membumikan dakwah yang ilmiah dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menyampaikan ilmu di mimbar dan mihrab, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pembelajaran, dan pembinaan umat.

